Danrem 083/Bdj Perkuat Deteksi Dini Karhutla Bromo, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Baca Juga


PROBOLINGGO – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga diperkuat melalui deteksi dini dan pencegahan. Langkah tersebut ditegaskan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno dan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau penanganan Karhutla di kawasan Bromo, Selasa (11/8/2026).


Sebagai penanggung jawab sekaligus Komandan Sektor Penanganan Karhutla wilayah Korem 083/Bdj, Danrem memaparkan kondisi terkini di Posko Pengendalian Karhutla TNBTS. Informasi yang disampaikan meliputi perkembangan titik api, kondisi medan, langkah penanganan, kesiapan personel, hingga strategi mengantisipasi potensi kebakaran kembali meluas.


Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Bukit Bantengan–Padang Savana Kabupaten Probolinggo. Dari lokasi tersebut, Danrem bersama rombongan melihat langsung kondisi kawasan sekaligus pelaksanaan penanganan yang dilakukan personel gabungan.


Danrem menegaskan bahwa sistem komando satu pintu menjadi bagian penting dalam memastikan setiap informasi dan perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Dengan koordinasi yang terintegrasi, keputusan dapat diambil lebih cepat dan pengerahan sumber daya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.


“Kita tidak hanya mengejar api ketika sudah membesar. Deteksi dini, patroli, pemantauan, dan pencegahan harus diperkuat. Setiap perkembangan sekecil apa pun harus segera diketahui agar dapat ditangani sebelum menjadi lebih besar,” tegas Danrem.


Kesiapsiagaan tersebut semakin penting karena periode Agustus hingga Oktober diperkirakan memiliki potensi kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, Danrem meminta seluruh unsur tetap waspada dan tidak mengendurkan pemantauan meskipun situasi di satu lokasi telah terkendali.


Selain kesiapan personel dan sarana, Danrem menilai masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah Karhutla. Edukasi kepada warga, wisatawan, pelaku usaha, serta seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Bromo terus diperkuat agar setiap orang memahami risiko dan ikut menjaga kawasan konservasi.


“Keselamatan masyarakat, relawan, dan personel adalah prioritas. Kita ingin penanganan berjalan efektif, tetapi tetap dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak yang bekerja di lapangan,” kata Danrem.


Melalui penguatan deteksi dini, patroli, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat, Korem 083/Bdj bersama Satgas Karhutla berkomitmen menjaga kawasan Bromo dari ancaman kebakaran. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan agar bukan hanya api yang dapat dikendalikan, tetapi juga risiko kebakaran berikutnya dapat ditekan sejak awal. ::::

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama